apa sih yang bisa kita ambil pelajaran dari sebuah kereta api???
![]() |
| Tanken By : Awi Pujiyanto |
Begitu juga Manusia sangat perlu Rel/Jalan yang lurus dan mempunyai tujuan yang jelas dan kuat agar kita percaya dan yakin penuh akan tujuan kita, karena sebelum membuat percaya orang lain kita Wajib percaya pada diri kita sendiri kan??.
Juga satu Kereta api dengan kereta api yang lain tidak pernah berebut Jalur Rel, yah walaupun terkadang ada, dan akibatnya tertabrak atau bahkan terguling, Lha dari situ juga bisa kita ambil pelajaran Ternyata saat kita saling berebut jalur kehidupan orang lain, yang akan terjadi adalah kecelakaan dan bahkan akan jatuh kedua - duanya. Allah telah mengatur dan men-Skenario Jalan, Tempat dan waktu kita masing - masing dalam mencapai kesuksesan tersendiri, so yang mentukan kesuksesan adalah Fokus dan Bertahan dalam jalan yang telah di tentukan oleh Allah dan tentu Menjaga Ke-istiqomahan kita, apa sih istiqomah? Yah, Istiqomah Mempunyai 3 Macam arti: Istiqomah dengan Lisan (Bertahan terus dalam membaca syahadat), Istiqomah dalam hati (Melakukan segala sesuatu dengan niat dan jujur), Istiqomah dengan jiwa (Selalu melaksanakan ibadah dan ketaatan kepada Alaah secara terus menerus tanpa putus).
Jangan sesekali merasa Kesal, Iri, atau bahkan Berusaha mengambil kesuksesan orang lain.
Kereta Api juga mengajariku untuk selalu sukses membawa Gerbong - gerbong yang di belakangnya, begitu pula kita, Harus bisa membawa dan mensukseskan Gerbong Lingkungan Keluarga dan Sekitarnya, dan juga menjadi perantara sukses untuk orang lain, bukan hanya memikirkan ego kita sendiri.
Kereta api juga mengajariku untuk mencapai Kesuksesan bersama, pernah ngak sih,kalian melihat Kereta Api yang tadinya datang dengan Lima Gerbong pas datang tinggal Tiga Gerbong? tentunya belum, kecuali kalau memang itu putus, begitu pula ketika Kereta Api itu terjatuh,ketika Gerbong depan jatuh yang di belakang tentu ikut jatuh, itulah namnay merasakan jatuh bersama,
And Kereta Api juga
mengajariku untuk terus berguna dengan sesama, mengajari kita akan saling berbagi, karena menanggung beban berat sendiri itu sulit, kesusahan dan tentu terbebani, karena berbagi beban itu baik bagi kita sendiri, kita bisa mendapat dorongan dari orang - orang sekitar, ketika sedih, kita tidak sendiri begitupun saat bahagia.
